12 Januari 2008

Cintai Bumi


Musim berganti, alam tak lagi berseri
Apakah kita peduli demi masa depan nanti
Dunia rumah kita sendiri
Apakah kita peduli demi anak cucu nanti
dunia rumah kita sendiri
(Sayang bumi kita hari ini—Glenn Fredly)


Gembar-gembor tentang global warming membuat semua orang berlomba-lomba menjadi ‘pahlawan penyelamat bumi’। Banyak organisasi yang mulai mengampanyekan berbagai cara yang dapat meningkatkan kedasaran terhadap pelestarian lingkungan. Dan pada akhirnya, banyak juga orang yang berbondong-bondong untuk ikutan organisasi tersebut.

Saya acungi jempol, bagi orang yang memang benar-benar peduli terhadap lingkungan, karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan peduli dengan bumi ini। Tapi terkadang saya ‘risih’ dengan gembor-gembor tersebut, karena banyak diantara mereka yang turun ke jalan untuk mengakampanyekannya dengan sedikit berlebihan, sampai-sampai menggangu kelancaran lalu lintas. Kayaknya ngga mesti begitu deh untuk membuktikan kalau kita ini peduli lingkungan.

Kita nggak perlu memiliki kekuatan seperti super hero untuk menolong orang lain, dan kita juga ga mesti menjadi Al Gore untuk peduli terhadap global warming। Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bumi ini, ga mesti turun kejalan dengan membawa poster-poster ato ngumpulin tanda tangan buat ngedukung kampanye kita.

Hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan seperti (1) Mengganti bohlam dengan neon yang lebih efisien. Mengganti minimal tiga lampu neon biasa dengan neon yang lebih padat, menghemat 300 ton karbondioksida dan US$ 60/tahun. (2) Menghemat air, menggunakan shower saat mandi selain menghemat air juga dapat menghemat energi untuk pengadaan air, (3) Kurangi pemakaian kantong plastik (kresek), Jika membeli barang ditoko atau di warung tidak terlalu banyak mendingan ga usah pake plastiK deh, ato lebih baik bawa kantong plastik dari rumah, kan lumayan bisa menghemat produksi plastik sekaligus mengurangi sampah plastik.(4) Gunakan produk daur ulang, kita bisa memanfaatkan bekas bungkus produk yang kita konsumsi menjadi tas, tempat file, hp, dll. Banyak kok sekarang yang menjual produk daur ulang seperti itu kalau ga usah beli, bikin aja sendiri, ato bawa aja bahannya ketukang jahit, selain itu unik dan kreatif, kita dapat menyelamatkan 35 batang pohon/tahun, untuk setiap ton kertas kita telah menyelamatkan dua batang pohon. (5) tanam tanaman disekitar rumah untuk menyerap karbondioksida. (sumber. www.stopglobalwarming.org)

Dijamin deh dengan menjalankan beberapa tips tersebut kita dapat meringankan beban besar yang telah ditanggung oleh bumi ini। Walaupun kesannya sederhana yang penting tidak menyusahkan orang lain dan tetap ramah lingkungan.

nova

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Kampanye dan peringatan akan global warming mulai digembar-gemborkan oleh sebagian besar masyarakat dunia, setelah tatanan kehidupan di bumi menjadi rusak. Dampak dari pemanasan global itu antara lain: mencairnya gunung2 es, rusaknya lapisan ozon, rusaknya tatanan kehidupan mahluk hidup, dst.
Hampir semua kerusakan alam yang terjadi di muka bumi ini disebabkan oleh ulah manusia yang serakah. Perbuatan manusia yang tidak bersahabat dengan alam(pengeboran/penambangan SDA yang mementingkan profit dibanding lingkungan, penebangan hutan tanpa reboisasi, pembuatan pabrik yang mengeluarkan zat berbahaya, pembuatannuklir, limbah industri, dst yang semuanya demi akumulasi kapital )adalah penyebab dari kerusakan alam.
Untuk mengatasi hal ini masyarakat dunia diminta untuk mengurangi konsumsi barang2 yang mengandung/menyebabkan kerusakan lingkungan. Padahal pengurangan ancaman pemanasan global ini bukan saja harus disadari oleh konsumen saja, tetapi—perusahaan yang memproduksi barang2 mengandung/menyebabkan bahan yang merusak alam harus ikut andil dalam mengurangi kerusakan alam . Tidak hanya pemanfaatan barang2 yang dapat didaur ulang yang dilakuakan oleh konsumen saja, tetapi pengusaha pun harus menghentikan memproduksi barang2 yang dapat merusak lingkungan.
-Ryan Hidayat-